Breastfeeding is a mother's gift to herself, her baby and the earth - Pamela K.Wiggins,IBCLC

Selasa, 22 April 2014

Bayiku kolik ?

source: www.merdeka.com


Hello parents, sudah lama sekali ya saya gak posting disini, tahun lalu sempet sibuk dan rada ribet mengurusi the big day. Jadinya blog ini lama gak di-update. Kebetulan bulan ini saya lebih santai dan banyak free time, daripada gak ada kerjaan lebih baik share pembahasan seputar bayi anda yang sedang menyusu. Ini tulisan lama saya, pernah dishare di artikel expert explain di The Urban Mama. Saya coba share lagi disini ya, untuk refresh juga para mama baru yang baru aja punya baby. Yuk kita mulai.
Nah parents, pernahkah bayi Anda yang mendapat ASI Eksklusif mengalami hal seperti menangis terus menerus terutama menjelang petang sampai malam, sangat rewel, terlihat kaki bayi ngangkat ke atas seperti nahan sakit perut?
Kalo pernah, mungkin bayi Anda mengalami kolik.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kolik pada bayi?
Sebelum mengenal lebih lanjut apa itu kolik, penting kita ketahui penyebab bayi menangis. Bayi menangis merupakan ungkapan jika ia lapar, rasa tidak nyaman, lelah, dan sakit. Rasa tidak nyaman pada bayi timbul saat bayi kencing, buang hajat, kedinginan, kepanasan, gatal, takut. Jika penyebabnya lapar, setelah disusui bayi akan tenang. Jika penyebabnya tidak nyaman, setelah ditemukan dan ditangani ketidaknyamanan tersebut, bayi akan tenang.
Tapi apabila bayi menangis berlebihan di luar penyebab di atas, kita harus lebih jeli mencari penyebabnya apakah bayi sakit? Seperti demam, diare.
Bila bayi menangis secara berlebihan, ini bisa merupakan gejala bahwa ia menderita berbagai penyakit atau keadaan tertentu. Beberapa penyebab yang penting dan memerlukan tindakan segera di antaranya adalah radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jatuh, volvulus (usus berputar), invaginasi (satu bagian usus masuk ke dalam bagian usus yang lainnya sehingga menimbulkan sumbatan usus), hernia inkarserata (kondor yang tidak masuk lagi dan terjepit), torsio testis (buah zakar terputar), dan acute abdomen (keadaan gawat perut). Namun biasanya penyakit-penyakit serius ini disertai dengan gejala atau tanda lain, sehingga dokter akan dapat mendeteksinya.
Bila tidak ditemukan kelainan-kelainan organik seperti diatas dan bayi tetap sering menangis beberapa jam terutama menjelang malam hari, kemungkinan bayi Anda mengalami kolik. Penyebab kolik belum diketahui secara pasti. Bayi kolik menunjukkan pola menangis yang khas, menangis terus menerus di waktu-waktu tertentu terutama menjelang petang, diawali dengan wajah yang memerah, mimik yang tampak aneh diikuti dengan gerakan kaki ke arah perut, menangis bisa selama beberapa jam sepanjang malam dan sulit ditenangkan.
Serangan kolik bisa terjadi karena usus bayi sangat aktif atau mengandung banyak gas dalam usus, bisa disebut juga gassy baby. Serangan dapat terjadi pada usia beberapa minggu dan biasanya berakhir saat bayi berusia diatas 3-4 bulan. Satu hal yang perlu diingat bayi kolik memiliki berat badan yang baik dan tumbuh dengan sehat.
Beberapa situasi yang dicurigai dapat menimbulkan kolik pada bayi yang mendapat ASI, yaitu:
  • 1. Bayi belum selesai menyusu dengan sempurna.
    Seperti kita tahu 1 sesi menyusu pada 1 payudara, bayi mendapat foremilk (ASI awal) yang kaya laktosa dan hindmilk (ASI Akhir) yang kaya lemak. Jika Mama memindahkan bayi secara tiba-tiba dari satu payudara ke payudara lainnya saat menyusui, sebelum si bayi “selesai” menyusu pada satu payudara, bayi mungkin saja tidak mendapat hindmilk yang cukup artinya jumlah lemak yang diserap relatif kurang saat menyusu. Karena jumlah lemak yang relatif sedikit akan diserap lambung dengan cepat, perut cepat kosong, bayi terus menyusu sehingga jumlah gula susu (laktosa) dalam foremilk semakin banyak dan akan tiba di usus sekaligus. Enzim yang berfungsi untuk mencerna gula (laktase) tidak mampu mencerna sekaligus sekian banyak gula susu, gas yang ditimbulkan semakin banyak sehingga bayi mudah kembung dan perutnya tidak enak.
  • 2. Perlekatan yang belum baik sehingga bayi menyusu terputus-putus. Bayi bisa tidak mendapat hindmilk yang cukup.
  • 3. Refleks ASI muncrat (let down reflex), yang menyebabkan bayi kaget dan melepaskan payudara tiba-tiba saat menyusu.
  • 4. Bayi sembelit karena susu formula, atau mengalami gejala intoleransi susu sapi seperti diare, kembung.
Bagaimana mengatasi bayi kolik?
  • 1. Konsultasi dengan konselor laktasi dan dokter anak. Bila tidak ditemukan kelainan organik yang berbahaya, maka pikirkan penyebabnya adalah kolik.
  • 2. Tenangkan bayi
    Cara terbaik menenangkan bayi menangis adalah mendekapnya erat-erat, dengan gerakan dan tekanan lembut pada perutnya. Bisa juga dengan cara menggendong bayi tegak lurus, pada posisi duduk atau tegak lurus pada bahunya (tidak perlu dilakukan rutin, hanya bila bayi kolik). Peran Papa penting disini untuk menenangkan bayi, sambil diajak berjalan-jalan di sekitar rumah.
  • 3. Perhatikan teknik menyusui
    a. Pastikan bayi menyusu dengan perlekatan yang benar, agar foremilk sampai hindmilk didapatkan dengan sempurna. Jika Mama masih mengalami masalah dalam memosisikan bayi untuk menyusu dengan perlekatan yang benar, segera konsultasi dengan konselor laktasi.
    b. Hindari menentukan jadwal pemberian ASI. Biarkan bayi menyusu sesuai kebutuhannya (on demand).
    c. Biarkan bayi menyusu sampai tuntas pada satu payudara. Hal ini dapat dilihat dari bayi melepaskan sendiri payudara, tampak tenang dan kenyang atau tertidur. Jika bayi cenderung “ngempeng” di akhir, berikan tekanan ringan di payudara, jika bayi tidak menghisap berarti ia sudah kenyang, jika bayi langsung menghisap dengan kuat berari masih mau menyusu. Jika bayi sudah kenyang, lepaskan perlahan, dengan menaruh jari kelingking Mama di sudut mulut bayi.
    d. Jika bayi masih lapar setelah selesai menyusu di 1 payudara (bisa saat growth spurt), susui di payudara sebelahnya. Sebaiknya tidak mencegah bayi untuk menyusu di payudara berikutnya bila ia masih lapar.
    e. Jika bayi melepas payudara tiba-tiba karena aliran ASI yang deras, coba posisi menyusui berbaring seperti posisi IMD (inisiasi menyusu dini), dimana Mama berbaring telentang, bayi tengkurap di atas dada Mama. Bisa juga coba kembali susui bayi dengan perlekatan baik, kedua jari Mama (jari telunjuk dan jari tengah) menyerupai gunting tekan di atas areola untuk memperlambat aliran ASI yang deras.
    f. Menyusui bayi dalam suasana nyaman, rileks. Lampu temaram, musik klasik yang menenangkan dapat menciptakan suasana kondusif yang nyaman untuk bayi.
  • 4. Perhatikan diet
    Kasus kolik pada bayi dapat disebabkan oleh alergi terhadap protein susu sapi yang didapat dari makanan ibu. Mama dapat pantang makanan dairy product yang mengandung protein susu sapi seperti keju, yoghurt, susu, dll. Coba pantang selama 7-10 hari. Bila kemudian kondisi bayi ternyata membaik, maka diet ibu yang bebas susu sapi harus terus dipertahankan selama 3-4 minggu atau mungkin lebih. Namun, bila dengan cara ini ternyata kolik pada bayi tidak mereda dalam waktu 4-5 hari, maka Mama dapat kembali ke diet semula. Karena berarti kolik itu bukan disebabkan oleh diet ibu.
  • 5. Pijat bayi untuk bayi kolik. Lakukan pijatan ringan, bisa belajar di beberapa video pijat bayi dengan sumber terpercaya, dengan bidan atau konselor laktasi.
  • 6. Susu formula bukan solusi dari masalah bayi kolik
    Susu formula hanya akan menambah masalah gangguan pencernaan pada bayi sehat yang semula asi eksklusif mengalami kolik.
  • 7. Dukungan suami dan keluarga
    Dukungan suami penting disini, diharapkan keluarga yang tinggal serumah tenang dalam menghadapi bayi kolik. Mama bisa sharing masalah ini dengan teman-teman seperjuangan yang pernah mengalami masalah kolik pada bayinya.
Parents, kunci menangani bayi kolik adalah tetap sabar dan berusaha untuk tenang. Bayi tau loh apa mamanya tenang atau panik. Temui penyebab dan tangani secara dini, akan membuat bayi kembali tenang dan proses menyusui kembali indah. Semoga info ini bermanfaat yah buat parents yang baca. Happy breastfeeding ;)
Sumber:

  • 1. Kolik pada Bayi ASI oleh Dr.Jack Newman IBCLC . http://www.nbci.ca/
  • 2. Artikel Kolik Pada Bayi IDAI 2009.
  • 3. Modul Pelatihan Konseling Laktasi WHO 40 jam – SENTRA LAKTASI Indonesia.

Minggu, 12 Mei 2013

Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja

gambar diambil dari www.tribunnews.com


Kembalinya bekerja dari cuti bersalin bukan menjadi halangan untuk tetap menyusui eksklusif. Seperti kita ketahui keinginan dan motivasi yang kuat dari mama, dukungan dari papa dan keluarga serta bekal informasi tentang ASI yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui pada ibu bekerja. Pemerintah Indonesia melindungi hak-hak ibu menyusui yang bekerja seperti tercantum di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.33  Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, Pasal 30 ayat 3, yang bunyinya yaitu Pengurus tempat kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan, serta Pasal 34 yang berbunyi pengurus tempat kerja wajib memberikan kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayi atau memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja.
Berikut ini ada beberapa tips untuk para mama yang sebentar lagi akan mulai bekerja atau yang sudah bekerja.
  1. Persiapan Sebelum Bekerja (dalam kurun waktu 3 bulan cuti melahirkan)
  1. Menyusui secara eksklusif dan sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi (on demand) selama cuti melahirkan. Hal ini dapat meningkatkan pasokan ASI, ingat semakin sering bayi menyusu semakin banyak pula ASI yang diproduksi,2 bulan pertama sangat penting membantu persediaan stok ASI kedepannya.
  2. 1-2 bulan sebelum bekerja, mama bisa mengunjungi klinik laktasi, bertemu dengan konselor laktasi. Disana akan dibahas persiapan busui bekerja seperti bagaimana memerah ASI untuk persediaan stok ASI perah selama ibu bekerja, manajemen ASI perah, teknik memberikan ASI Perah dengan cawan (tidak dengan dot).
  3. Siapkan peralatan seperti breast pump (bisa perah manual,pompa manual atau elektrik),botol kaca tempat menyimpan ASI perah atau plastik BPA Free (botol kaca lebih direkomendasikan), freezer (bisa dari kulkas 1 pintu, kulkas 2 pintu atau deep freezer), cool-box atau cool-bag, apron menyusui, jika perlu bottle warmer (baskom berisi air hangat sudah cukup), jika perlu sterilisator.
  4. Belajar memerah ASI sedini mungkin setelah mama melahirkan. Hal ini akan memudahkan mama melakukan kedepannya
  5. Membiasakan bayi minum ASI Perah dengan cawan atau cangkir, tidak perlu sama sekali menggunakan dot (dot beresiko menyebabkan bingung puting). Mama bisa membawa nenek bayi dan pengasuh untuk konsultasi ke klinik laktasi belajar cara memberikan ASI Perah dengan cawan. Sediakan waktu paling kurang 1 minggu sebelum bekerja untuk membuat bayi terbiasa minum dari cangkir dan membiasakan nenek bayi atau pengasuh yang akan memberikan ASI perah melalui cangkir selama mama tidak ada di rumah. Hindari penggunaan empeng pada bayi untuk mengatasi rewel.
  6. ASI yang sudah diperah tahan di suhu ruangan selama 4-6 jam. Jika ingin digunakan sebagai stok saat nanti bekerja, mama bisa simpan ASI Perah di Freezer. Freezer kulkas 1 pintu tahan menyimpan ASI selama 2 minggu-1 bulan, Freezer kulkas 2 pintu tahan menyimpan selama 3-4 bulan, sedangkan deep freezer (freezer es krim) tahan untuk menyimpan ASI selama 6 bulan. Jangan lupa melabeli ASI perah dengan tanggal dan jam perah,nomor urut. Jika ingin digunakan untuk bayi, dahulukan yang pertama kali dimasukkan ke freezer( first in first out). Itulah gunananya label tanggal dan nomor urut untuk memudahkan mama dalam menyediakan ASI Perah untuk bayi.
  1. Persiapan saat bekerja
1.      Bila memungkinkan mama bisa bawa bayi ke tempat kerja, dengan catatan apabila tempat kerja kondusif untuk bayi dan transportasi juga memadai. Bila tempat kerja dekat dari rumah,mama bisa pulang saat jam istirahat untuk menyusui bayi. Bila tempat kerja jauh dari rumah, sebelumnya pastikan stok ASI sudah ditinggalkan untuk bayi selama beberapa jam saat mama tidak ada di rumah.
2.      Kebutuhan cairan bayi (lahir cukup bulan) 0-6 bulan diluar menyusui langsung ke payudara adalah 150 ml dikalikan BB (berat badan) bayi dalam 24 jam. Rumus ini dapat dipakai mama untuk memperkirakan berapa cc ASI Perah yang perlu ditinggalkan selama beberapa jam saat mama tidak di rumah.
3.      Perah ASI semampu mama, tidak perlu menargetkan dan kecewa apabila hasil perahan tidak sesuai yang diharapkan. Stress dan rasa kecewa dapat berpengaruh menurunnya produksi dan suplai ASI. Selalu tanamkan dalam pikiran kita bahwa berapapun hasil perahan sangat berguna dan berharga untuk bayi.
4.      Selama mama di rumah,bayi sebaiknya menyusu langsung semau dia. Bayi yang terus menyusu akan meningkatkan dan mempertahankan pasokan ASI.
5.      Teruskan menyusui di malam hari, karena produksi prolaktin tinggi di malam hari, biasanya bayi sangat efektif menyusu di malam hari. Pagi-pagi sebelum bekerja mama dapat kembali menyusui bayi
6.      Selama ibu di tempat kerja, perah ASI setiap 3 jam sekali, jika ingin menaikkan pasokan ASI dapat diperah setiap 2 jam sekali. Pemerahan ASI dapat mempertahankan pasokan ASI,mengurangi nyeri dan payudara bengkak akibat ASI sudah penuh,mengurangi rembesan.
7.      ASI yang baru saja diperah di tempat kerja dapat disimpan sementara di cool-box atau cool-bag (ibu dapat membawa serta ke tempat kerja), dapat juga dititip di lemari es jika memungkinkan. Nantinya ASI ini akan dibawa untuk menambah stok persediaan.  Sediakan botol penyimpanan yang bersih dan sudah disterilkan sebelumnya.
8.      Malamnya, ASI perah yang disimpan di freezer untuk minum bayi keesokan harinya dapat diturunkan ke kulkas bawah semalaman, naikkan suhu ASI Perah secara bertahap,karena perubahan mendadak suhu yang ekstrim dapat merusak zat-zat penting dalam ASI. ASI yang sudah keluar freezer tidak dapat masuk kembali ke dalam freezer.
9.      ASI perah yang akan diberikan ke bayi, keluarkan secara bertahap dari kulkas bawah. Diamkan sementara di suhu ruangan atau ditaruh dibawah air ledeng yang mengalir untuk menaikkan suhu secara bertahap. Kemudian botol isi ASI perah dihangatkan di atas air hangat dalam baskom atau bottle warmer. Ingat, jangan mendidihkan atau memanaskan ASI. Panas akan menghancurkan beberapa faktor anti infeksi yang terkandung dalam ASI.
10.  Ajarkan pengasuh atau nenek bayi untuk menyajikan ASI perah dengan cangkir. Berikan satu porsi dalam sekali pemberian, hindari menyimpan kembali ASI perah dalam cawan yang sudah diberikan ke bayi apabila bayi belum habis meminumnya. Hal ini akan menurunkan kualitas zat penting yang terkandung dalam ASI. Perlu diingat cangkir atau cawan harus bersih dan disterilkan sebelumnya dan setelah dipakai.
11.  Perhatikan tanda kecukupan ASI pada bayi, perhatikan kenaikan Berat badan bayi, frekuensi buang air kecil > 6x sehari, frekuensi BAB.
12.  Mama tetap memperhatikan makan yang bergizi seimbang dan minum air putih untuk menjaga stamina. Tetap berpikir positif, rileks, hindari pikiran negatif dan stress yang berpengaruh tidak baik pada kelancaran ASI. Berbagi cerita dengan kelompok ibu-ibu menyusui yang bekerja juga dapat meningkatkan motivasi dan percaya diri.
Bekerja bukan menjadi halangan mama untuk tetap memberikan ASI sebagai hadiah terindah kepada bayi. Semoga tips ini dapat bermanfaat dan membantu mama. Tetap semangat menyusui ya ma. Salam ASI .

Jumat, 07 Desember 2012

TANDA ASI CUKUP



Salam ASI semuanya, pernah gak sih ibu,ayah,keluarga atau tenaga medis melontarkan pertanyaan demikian sebenernya “ASI aja cukup gak sih” atau “ini bayinya sebenernya kenyang gak sih sama ASI saja?” Nah di twitter saya pernah bahas tentang tanda kecukupan ASI pada bayi,saya ringkas disini yah semoga bisa bermanfaat untuk semuanya. Daripada kebanyakan mikir akhirnya ke negative mindset malah bisa bikin ASI seret beneran.yuk cari tau apa sih tanda kecukupan ASI pada bayi #ASIcukup

(1)Dilihat dari pertambahan BB bayi.1 mgg pertama bayi akan ngalami penurunan BB tp tdk smpai>10%,di 2 mgg dia akan kmbali ke berat lahir #ASIcukup

(1a)Bayi ASIX akan ngalami peningkatan BB 500gr-1000gram stiap blnnya,bhkn 500 gram saja normal lho,pd org indo ya,tp biasanya lbh #ASIcukup

(1b)Bayi asix 6 bln pertama paling sedikit nambah berat 500 g tiap bulan atau 125 gram tiap minggu,jika pny timbangan di rmh itu lebih baik untuk sering dipantau #ASIcukup

(1c) perhatikan KMS by,liat grafik pertambahan BB,jika pertambahan BBnya naik diliat di grafik berati ASI cukup  #ASIcukup

(1d)kalo by di usia 2 mgg tdk kembali ke berat lahir,atau prtmbahan Bb<500 gr sbulan,nah kita mesti cari tau knapa ASI-nya "kurang"#ASIcukup

(1e)ingat,tdk ada yg salah dgn ASI ibunya,dan Sufor bkn solusi!liat gimana cara baby nyusu,apa sering lepas2 nyusu,apa kena dot,dll #ASIcukup

(1f)bila ibu ngalami "sindrom ASI kurang"sgera ktmu konselor,akan diliat bgmn nyusunya dgn latch on baikkah?mungkin prlu lactogogue #ASIcukup

(2)Tanda kdua liat di pipis bayi,bayi ASIX bisa pipis dan urinnya jernih 6-8kali dlm 24 jam,lbh bisa.Perhatikan tanda ini #ASIcukup

(2a)jika bayi pipis<6X shari,urinnnya pekat,sedikit dan baunya tajam. Hati-hati bayi dehidrasi,segera ke dokter #ASIcukup

(3)BAB.by baru lahir pupnya sering,bisa stiap abis nenen dia pup.Awal2 warna pupnya hitam,stlh 5 hari smpai sminggu mulai kuning#ASIcukup

(3b)kalo BB naik bagus,pipis bnyk,tetep aktif ceria,nenen kuat pupnya brp hari skali mah normal,blm perlu obat pencahar ya #ASIcukup

(4)Bayi tidur tenang,nyenyak stlh nenen,tetep aktif dan ceria juga bisa jadi salah satu tanda bahwa #ASIcukup

(5)Ada bbrp perilaku bayi yg mungkin saja jadi alarm sign ke ibu bahwa,bayi bs kurang optimal dpt asinya. Kayak apa sih? #ASIcukup

(5a)bayi tdk puas stlh nyusu,rewel bgt tapi rewel bisa aja pas lagi kolik atau growth spurt ya atau babynya lg butuh perhatian lbh#ASIcukup

(5b)pupnya keras,atau kliatan rewel banget dan ngeden2.sbaiknya ibu konsultasi ke konselor laktasi ya #ASIcukup

(6)Ada bbrp alasan kenapa bayi mungkin kurang optimal dpt ASI-nya artinya kurang dari kebutuhan sbnrnya #ASIcukup

(6a)awal yg tertunda:tdk IMD tdk rawat gabung,menyusui dijadwal dan dberi waktu,tdk menyusui di malam hari shg bayi krg peroleh ASI#ASIcukup

(6b)latch on yg tdk baik,pengaruh kuat dot dan empeng,mamanya sakit atau minum obat2an tertentu,mama krg gizi bs jd mslh asi krg #ASIcukup

(6c)Faktor psikis ibu:krg PD,cemas sekali,tdk senang nyusui di tempat umum,baby blues.ini faktor kuat penyebab sindrom "asi kurang"#ASIcukup

(7)Jika ibu merasa ASI tdk cukup,cari dukungan segera dan temuilah konselor utk berdiskusi dgn anda,tanamkan pikiran positif #ASIcukup

(8)Sekali lagi,cari solusi yg paling bijak.bukan dgn menempatkan Sufor di pilihan pertama apabila ASI dirasa kurang,semangat yah #ASIcukup

Semoga bermanfaat yah :)

Selasa, 09 Oktober 2012

ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI MENYUSUI


Assalamualaikum Wr.Wb, salam sejahtera ibu dan ayah, kali ini saya kembali untuk membahas beberapa teori tentang menyusui yang penting untuk dipahami, salah satunya dapat sebagai bekal ilmu untuk menjadikan masa-masa menyusui menjadi masa yang indah dan menyenangkan bayi ibu,bayi dan ayah. Yuk mari disimak.
Setiap manusia baik perempuan maupun laki-laki memiliki payudara, akan tetapi berbeda fungsi dan pengaruh hormonalnya, kali ini tentu saja kita bicara tentang payudara wanita ya.  Payudara yang matang merupakan tanda pertumbuhan seks sekunder untuk seorang gadis saat memasuki pubertas. Pertumbuhan sel-sel payudara akan semakin aktif sejak wanita hamil karena pengaruh kuat hormon estrogen dan progesteron, kemudian saat kehamilan sel-sel penghasil ASI ini mulai matang sampai akhirnya benar-benar siap  untuk keperluan menyusui di saat bayi setelah lahir. Ukuran payudara akan bertambah saat hamil dan semakin bertambah saat menyusui karena rangsangan prolaktin dan oksitosin, begitu masa penyapihan bayi dan ibu sudah jarang bahkan tidak pernah menyusui lagi, sel-sel penghasil ASI di payudara akan mengalami periode kematian sel dimana rangsangan prolaktin sudah berhenti, sehingga ukuran payudara kembali ke semula sebelum hamil.
  1. Anatomi Payudara
    a. Korpus mammae: adalah badan payudara seutuhnya, di dalamnya berisi jaringan ikat, kelenjar lemak, saraf, pembuluh darah,kelenjar getah bening,kelenjar payudara yang berisi sel-sel penghasil ASI,saluran ASI. Aktivitas sel-sel dan kelenjar ini dipengaruhi hormon.

    b. Areola : area yang berwarna gelap mengelilingi puting susu, warnanya ini disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulit. Perubahan warna areola tergantung dari warna kulit dan adanya kehamilan. Wanita yang berkulit putih bule’ biasanya warna areola cenderung pink, wanita kuning langsat warna areolanya cenderung jingga kemerahan dan wanita berkulit hitam maka warnanya lebih gelap. Selama kehamilan, warna areola akan menjadi lebih gelap dan menetap. Pada daerah ini didapatkan kelenjar keringat, kelenjar lemak dari Montgomery yang akan membesar selama kehamilan, nantinya kelenjar ini akan mengeluarkan suatu bahan yang dapat melicinkan areola selama menyusui. Pada areola terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat penampungan air susu, itulah mengapa bayi menyusu yang benar-benar mendapatkan ASI yaitu menyusu pada areola.
    c.   Papilla mammae atau puting susu : letaknya bervariasi sesuai ukuran payudara, terdapat lubang-lubang kecil di puting yang merupakan muara dari duktus laktiferus (tempat penampungan ASI). Pada puting juga didapatkan ujung-ujung saraf, pembuluh darah.
    d.   Diantara areola dan puting terdapat serat-serat otot polos yang tersusun melingkar, sehingga apabila ada kontraksi ketika bayi menghisap, maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu yg merupakan muara ASI bekerja, serat-serat otot polos yang tersusun sejajar akan menarik kembali puting susu. Begitu terus setiap bayi menghisap.

    penampang melintang payudara


     
    Nah ini gambar penampang melintang payudara. Pabrik ASI yaitu di  alveolus, begitu mendapat rangsangan dari bayi ke otak, hormon prolaktin diproduksi dan beredar dalam darah masuk ke payudara dan merangsang alveolus untuk memproduksi ASI.  Sekelompok alveolus bersatu menjadi lobules, beberapa lobules bergabung menjadi 15-20 lobus. Bentuk kesatuan ini seperti buah anggur atau pohon. ASI yang diproduksi akan dialirkan sepanjang saluran  ASI dan ditampung di areola sebagai kalang susu, siap dihisap bayi dan ASI keluar melalui muaranya yaitu puting. Kebayang kan yah :)

    B. Siklus terbentuknya ASI
    1.      Pembentukan ASI (laktogenesis) stadium 1 dimulai saat kehamilan 20 minggu, disini mulai terjadi pembesaran dan penambahan alveolus serta lobules untuk nantinya memproduksi ASI, rangsangan prolaktin sudah ada namun kerjanya masih ditekan oleh hormone kehamilan yaitu progesterone dan estrogen, makanya tidak heran ibu hamil menjelang trimester 3 mulai mengeluarkan kolostrum yang sedikit sekali. Ibu tidak perlu khawatir akan kurangnya kolostrum untuk bayi nanti, ini kejadian normal. Sel-sel penghasil ASI sudah mulai aktif namun belum siap untuk menyusui, tidak perlu dipompa. Rangsangan prolaktin akan jauh lebih besar saat bayi lahir nanti, ketika hormone kehamilan yg semula menghambat,menjadi turun kerjanya segera setelah plasenta keluar.
    2.      Laktogenesis stadium 2, akhir kehamilan sampai persalinan 48-72 jam. Begitu plasenta keluar, level progesterone dan estrogen yang tinggi langsung drop, akan tetapi masih tersisa sedikit di peredaran darah, sehingga kolostrum-lah yang diproduksi,kolostrum banyak sekali manfaatnya (nanti akan kita bahas di postingan saya selanjutnya). Pengeluaran kolostrum menyesuaikan kebutuhan bayi dan kapasitas lambung bayi baru lahir yang masih sedikit. Lemak coklat ada di bayi menjadi cadangan lemak untuknya sehingga sebenarnya bayi kuat tanpa minum 72 jam. Yang terpenting untuk melancarkan laktogenesis stadium ini adalah dengan  skin to skin contact 2 jam sekali, dan mencoba bayi mulai menyusu ke payudara dengan perlekatan yang baik.
    3.      Laktogenesis stadium 3 (galaktopoesis), mempertahankan produksi dan lancarnya pengeluaran ASI dari hari ke-4 sampai ke 14, masa-masa penting dimana bayi secara alamiah bayi akan menyusu langsung dari payudara. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang diproduksi dan dikeluarkan, ini yang menjelaskan teori demand and supply.
    4.      Involusi (berkurangnya kelenjar payudara), apabila bayi tidak menyusu dan ASI tidak dikeluarkan, mulai 40 hari setelah bayi berhenti menyusu makan aktivitas sel-sel penghasil ASI akan menurun.

    C. Reflek-reflek penting dalam menyusui
    1.      Reflek Prolaktin
    Saat bayi mulai menghisap atau menyusu yang merupakan rangsangan fisik akan mengirimkan sinyal-sinyal ke kelenjar hipotalamus di otak (hipofise anterior) untuk  menghasilkan hormon prolaktin, prolaktin akan beredar dalam darah dan masuk ke payudara,memerintahkan alveolus untuk memproduksi ASI
    2.    Reflek Let Down (Oksitosin)
    Bersamaan dengan dihasilkannya prolaktin dari hipofise anterior, rangsangan isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofise  posterior sehingga dikeluarkanlah oksitosin. Oksitosin masuk ke peredaran darah masuk ke rahim untuk menstimulus kontraksi rahim, dan masuk ke payudara untuk memeras air susu yang sudah dibuat di alveolus untuk keluar mengalir di saluran ASI, ditampung di areola dan nantinya akan bermuara ke putting. Reflek aliran ini atau keluarnya  ASI bahkan sampai menyemprot juga dipengaruhi beberapa faktor seperti psikologis ibu yang bahagia melihat bayinya, mendengar suara bayi,melihat foto bayi,ibu bahagia karena peran serta ayah. Reflek ini juga dihambat oleh faktor stress.

    Nah sekian sharing singkat tentang anatomi dan fisiologi menyusui secara umum, informasi lebih detil mengenai mekanisme menyusui, serba-serbi oksitosin dan LDR akan dibahas di postingan selanjutnya. Semoga bermanfaat ya, wassalam :)