Breastfeeding is a mother's gift to herself, her baby and the earth - Pamela K.Wiggins,IBCLC

Selasa, 09 Oktober 2012

ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI MENYUSUI


Assalamualaikum Wr.Wb, salam sejahtera ibu dan ayah, kali ini saya kembali untuk membahas beberapa teori tentang menyusui yang penting untuk dipahami, salah satunya dapat sebagai bekal ilmu untuk menjadikan masa-masa menyusui menjadi masa yang indah dan menyenangkan bayi ibu,bayi dan ayah. Yuk mari disimak.
Setiap manusia baik perempuan maupun laki-laki memiliki payudara, akan tetapi berbeda fungsi dan pengaruh hormonalnya, kali ini tentu saja kita bicara tentang payudara wanita ya.  Payudara yang matang merupakan tanda pertumbuhan seks sekunder untuk seorang gadis saat memasuki pubertas. Pertumbuhan sel-sel payudara akan semakin aktif sejak wanita hamil karena pengaruh kuat hormon estrogen dan progesteron, kemudian saat kehamilan sel-sel penghasil ASI ini mulai matang sampai akhirnya benar-benar siap  untuk keperluan menyusui di saat bayi setelah lahir. Ukuran payudara akan bertambah saat hamil dan semakin bertambah saat menyusui karena rangsangan prolaktin dan oksitosin, begitu masa penyapihan bayi dan ibu sudah jarang bahkan tidak pernah menyusui lagi, sel-sel penghasil ASI di payudara akan mengalami periode kematian sel dimana rangsangan prolaktin sudah berhenti, sehingga ukuran payudara kembali ke semula sebelum hamil.
  1. Anatomi Payudara
    a. Korpus mammae: adalah badan payudara seutuhnya, di dalamnya berisi jaringan ikat, kelenjar lemak, saraf, pembuluh darah,kelenjar getah bening,kelenjar payudara yang berisi sel-sel penghasil ASI,saluran ASI. Aktivitas sel-sel dan kelenjar ini dipengaruhi hormon.

    b. Areola : area yang berwarna gelap mengelilingi puting susu, warnanya ini disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulit. Perubahan warna areola tergantung dari warna kulit dan adanya kehamilan. Wanita yang berkulit putih bule’ biasanya warna areola cenderung pink, wanita kuning langsat warna areolanya cenderung jingga kemerahan dan wanita berkulit hitam maka warnanya lebih gelap. Selama kehamilan, warna areola akan menjadi lebih gelap dan menetap. Pada daerah ini didapatkan kelenjar keringat, kelenjar lemak dari Montgomery yang akan membesar selama kehamilan, nantinya kelenjar ini akan mengeluarkan suatu bahan yang dapat melicinkan areola selama menyusui. Pada areola terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat penampungan air susu, itulah mengapa bayi menyusu yang benar-benar mendapatkan ASI yaitu menyusu pada areola.
    c.   Papilla mammae atau puting susu : letaknya bervariasi sesuai ukuran payudara, terdapat lubang-lubang kecil di puting yang merupakan muara dari duktus laktiferus (tempat penampungan ASI). Pada puting juga didapatkan ujung-ujung saraf, pembuluh darah.
    d.   Diantara areola dan puting terdapat serat-serat otot polos yang tersusun melingkar, sehingga apabila ada kontraksi ketika bayi menghisap, maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu yg merupakan muara ASI bekerja, serat-serat otot polos yang tersusun sejajar akan menarik kembali puting susu. Begitu terus setiap bayi menghisap.

    penampang melintang payudara


     
    Nah ini gambar penampang melintang payudara. Pabrik ASI yaitu di  alveolus, begitu mendapat rangsangan dari bayi ke otak, hormon prolaktin diproduksi dan beredar dalam darah masuk ke payudara dan merangsang alveolus untuk memproduksi ASI.  Sekelompok alveolus bersatu menjadi lobules, beberapa lobules bergabung menjadi 15-20 lobus. Bentuk kesatuan ini seperti buah anggur atau pohon. ASI yang diproduksi akan dialirkan sepanjang saluran  ASI dan ditampung di areola sebagai kalang susu, siap dihisap bayi dan ASI keluar melalui muaranya yaitu puting. Kebayang kan yah :)

    B. Siklus terbentuknya ASI
    1.      Pembentukan ASI (laktogenesis) stadium 1 dimulai saat kehamilan 20 minggu, disini mulai terjadi pembesaran dan penambahan alveolus serta lobules untuk nantinya memproduksi ASI, rangsangan prolaktin sudah ada namun kerjanya masih ditekan oleh hormone kehamilan yaitu progesterone dan estrogen, makanya tidak heran ibu hamil menjelang trimester 3 mulai mengeluarkan kolostrum yang sedikit sekali. Ibu tidak perlu khawatir akan kurangnya kolostrum untuk bayi nanti, ini kejadian normal. Sel-sel penghasil ASI sudah mulai aktif namun belum siap untuk menyusui, tidak perlu dipompa. Rangsangan prolaktin akan jauh lebih besar saat bayi lahir nanti, ketika hormone kehamilan yg semula menghambat,menjadi turun kerjanya segera setelah plasenta keluar.
    2.      Laktogenesis stadium 2, akhir kehamilan sampai persalinan 48-72 jam. Begitu plasenta keluar, level progesterone dan estrogen yang tinggi langsung drop, akan tetapi masih tersisa sedikit di peredaran darah, sehingga kolostrum-lah yang diproduksi,kolostrum banyak sekali manfaatnya (nanti akan kita bahas di postingan saya selanjutnya). Pengeluaran kolostrum menyesuaikan kebutuhan bayi dan kapasitas lambung bayi baru lahir yang masih sedikit. Lemak coklat ada di bayi menjadi cadangan lemak untuknya sehingga sebenarnya bayi kuat tanpa minum 72 jam. Yang terpenting untuk melancarkan laktogenesis stadium ini adalah dengan  skin to skin contact 2 jam sekali, dan mencoba bayi mulai menyusu ke payudara dengan perlekatan yang baik.
    3.      Laktogenesis stadium 3 (galaktopoesis), mempertahankan produksi dan lancarnya pengeluaran ASI dari hari ke-4 sampai ke 14, masa-masa penting dimana bayi secara alamiah bayi akan menyusu langsung dari payudara. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang diproduksi dan dikeluarkan, ini yang menjelaskan teori demand and supply.
    4.      Involusi (berkurangnya kelenjar payudara), apabila bayi tidak menyusu dan ASI tidak dikeluarkan, mulai 40 hari setelah bayi berhenti menyusu makan aktivitas sel-sel penghasil ASI akan menurun.

    C. Reflek-reflek penting dalam menyusui
    1.      Reflek Prolaktin
    Saat bayi mulai menghisap atau menyusu yang merupakan rangsangan fisik akan mengirimkan sinyal-sinyal ke kelenjar hipotalamus di otak (hipofise anterior) untuk  menghasilkan hormon prolaktin, prolaktin akan beredar dalam darah dan masuk ke payudara,memerintahkan alveolus untuk memproduksi ASI
    2.    Reflek Let Down (Oksitosin)
    Bersamaan dengan dihasilkannya prolaktin dari hipofise anterior, rangsangan isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofise  posterior sehingga dikeluarkanlah oksitosin. Oksitosin masuk ke peredaran darah masuk ke rahim untuk menstimulus kontraksi rahim, dan masuk ke payudara untuk memeras air susu yang sudah dibuat di alveolus untuk keluar mengalir di saluran ASI, ditampung di areola dan nantinya akan bermuara ke putting. Reflek aliran ini atau keluarnya  ASI bahkan sampai menyemprot juga dipengaruhi beberapa faktor seperti psikologis ibu yang bahagia melihat bayinya, mendengar suara bayi,melihat foto bayi,ibu bahagia karena peran serta ayah. Reflek ini juga dihambat oleh faktor stress.

    Nah sekian sharing singkat tentang anatomi dan fisiologi menyusui secara umum, informasi lebih detil mengenai mekanisme menyusui, serba-serbi oksitosin dan LDR akan dibahas di postingan selanjutnya. Semoga bermanfaat ya, wassalam :)




     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar